Kegagalan Tontowi-Butet Tembus Semifinal All England 2016

0
161

Gayadigital.com — Merupakan Sebuah kegagalan yang tak disangka  bagi atlet bulu tangkis ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pasangan ganda campuran itu pun ternyata  harus tumbang pada pertandingan perempat final turnamen All England 2016 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Jumat (11/3) malam waktu setempat.

Sungguh diasyangkan ternyata Owi/Butet, sapaan akrab pasangan Tontowi/Liliyana, harus menerima kekalahan mereka dari ganda campuran Chris Adcock/Gabrielle Adcock dalam pertandingan selama 40 menit dengan skor 18-21, 16-21 seperti yang tercantum pada situs tournamentsoftware.com, Sabtu dini hari.

Kekalahan itu merupakan bukan kekalahan pertama kalinya namun merupakan kekalahan keempat bagi Owi/Butet dari Chris/Gabrielle dalam catatan 11 kali pertemuan mereka. Namun demikian ganda Indonesia masih mendominasi pertemuan dengan tujuh kemenangan unggul atas lawannya tersebut.

Namun,sungguh disayangkan karena sebenarnya pasangan Owi/Butet merupakan pasangan unggulan dua dalam turnamen superseries premier itu. Dengan gagalnya mereka artinya Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah gagal mengejar target sebagai juara sebagaimana ditetapkan pelatnas.

Manajer Tim Indonesia dalam All England 2016 Ricky Soebagdja, pada Rabu (2/3), menyatakan bahwa sebenarnya telah menargetkan Owi/Butet sebagai pasangan yang harus meraih gelar pada nomor ganda campuran namun sayangnya tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Dengan demikian saat ini Indonesia hanya menyisakan satu wakil lagi yaitu pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto yang akan bertanding melawan Liu Cheng/Bao Yixin.

Dengan kegagalan ganda campuran Owi/Butet hal tersebut tentunya menambah daftar wakil Indonesia yang tumbang pada All England 2016 menjadi 16 wakil tersebar pada nomor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, serta pada ganda campuran.

Hal tersebut terlihat Pada nomor tunggal putra, Anthony Ginting dan Ihsan Maulana yang juga sebelumnya telah tersingkir pada babak kualifikasi. Lalu disusul oleh Jonatan Christie pada pertandingan pertama babak utama dan Tommy Sugiarto pada pertandingan kedua babak utama. Sedangkan Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti telah kalah pada pertandingan putaran kedua nomor tunggal putri.

Sebelum masuk putaran perempat final tercatat empat pasangan ganda putra telah tersingkir terlebih dahulu. Mereka yaitu Berry Angriawan/Rian Agung Saputro, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, serta pasangan unggulan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Begitu pula sama halnya pada tiga pasangan ganda putri yang juga tumbang sebelum masuk putaran perempat final. Mereka adalah Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari pada pertandingan putaran pertama. Kemudian disusul, Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut dan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari terlibas pada pertandingan putaran kedua oleh pasangan-pasangan unggulan asal Denmark dan Korea.

Sedangkan Owi/Butet sebenarnya menjadi pasangan campuran ketiga yang tersingkir dalam turnamen berhadiah total 550 ribu dolar AS itu. Yang sebelumnya pasangan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviani dan Edi Subaktiar/Gloria Emanuelle Widjaja telah terdepak dalam turnamen.

Dengan demikian Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) pun harus mengakui bahwa hasil pertandingan putaran kedua turnamen All England 2016 meleset dari target yang telah mereka ditetapkan.

“Hasil ini harus kami terima dan wakil yang tersisa harus tetap fokus untuk mencapai target yang diharapkan. Kami menerima kegagalan dan bertanggung jawab atas hasil ini,” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rexy Mainaky di Birmingham, Inggris, pada Jumat (11/3).