Gagal Raih Target Pada All England 2016 PBSI Tak Putus Harapan

0
74

Gayadigital.com — Tak dapat disangkal bahwa hasil pertandingan putaran ke dua turnamen All England 2016 memang ternyata telah meleset dari yang di targetkan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI)  akan hal tersebut akhirnya PBSI pun harus mengakui dan menyatakan bahwa mereka telah gagal dari target yang seharusnya mereka raih.

“Hasil ini harus kami terima dan wakil yang tersisa harus tetap fokus untuk mencapai target yang diharapkan. Kami menerima kegagalan dan bertanggung awab atas hasil ini,” demikian ungkap Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky, di Birmingham, Inggris, demikian dilansir dari laman PBSI, di Jakarta, Jumat (11/03).

Sebenarnya unutk turnamen tingkat superseries premier kali ini Indonesia telah menempatkan target sepuluh wakil-wakil yang akan diturunkan dalam pertandingan tersebut. Namun ternayata sungguh disayangkan, hanya Praveen Jordan/Debby Susanto dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir lah yang berhasil lolos ke putaran perempat final.

Dengan sportif  PBSI akhirnya pun harus mengakui kalau memang ternyata mereka telah meleset dari yang mereka targetkan hal itu pun terlihat jelas selepas pasca kekalahan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi yang turun pada putaran ke dua turnamen All England 2016 yang berlangsung di Birmingham, Inggris, Kamis malam waktu setempat.

Sementara itu, pada posisi tunggal putri, pebulutangkis Maria Febe Kusumastuti dan Linda Wenifanetri pun ternyata harus turut tumbang dari lawan-lawan mereka. Disusul pada nomor tunggal putra oleh Tommy Sugiarto yang turun pada putaran ke dua pertandingan kejuaraan yang berhadiah total 550 ribu dolar AS itu akhirnya pun harus tersingkir juga sama seperti rekan-rekannya yang lain.

Tak ketinggalan juga pada tempat  pasangan ganda putri Anggia Shitta Awanda/Mahadewi Istirani Ni Ketut dan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari yang  juga harus menerima kekalahan pada pertandingan putaran ke dua oleh pasangan-pasangan unggulan asal negara Denmark dan Korea.

“Banyak wakil negara lain yang juga meleset dari target pada All England seperti Lee Chong Wei dan Chen Long. Hasil tidak terduga dari Indonesia adalah pertandingan Hendra/Ahsan dan Greysia/Nitya,” ujar Rexy.

Memang sugguh disayangkan namun walaupun demikian, harapan besar Rexy kekalahan wakil-wakil Indonesia pada All England 2016  tidaklah akan menjadi halangan untuk bisa tetap merebut poin pada Olimpiade.

 

“Seperti Greysia/Nitya, mereka semestinya telah mengawali All England dengan turnamen pemanasan di Jerman Terbuka 2016. Target mereka pada All England ini. Tetapi, mereka belum dapat mencapai target itu. Kami harus menyiapkan rencana lagi untuk mereka,” kata Rexy.